Mahasiswa Teknokrat Ciptakan Aplikasi Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra
en id
Monday, 22 October 2018

Students' Researches

Mahasiswa Teknokrat Ciptakan Aplikasi Penunjuk Jalan Bagi Tunanetra

PADA era teknologi informasi seperti sekarang ini, berbagai aplikasi berbasis komputasi diciptakan. Tujuannya tentu saja untuk memudahkan pekerjaan manusia. Tak ketinggalan, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Listiono berhasil menciptakan alat bernama arduino smart cane, yaitu alat  berupa  tongkat  ultrasonik pendeteksi  halangan. Alat tersebut dimaksudkan untuk membantu kaum tunanetra saat berjalan.

Menurut Listiono, alat yang diciptakannya lebih unggul daripada alat lain sejenisnya. Alat tersebut mengandalkan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi halangan yang kemudian menghasilkan output berupa suara dan getar serta terdapat pula lampu SOS tanda untuk orang di sekelilingnya.

“Alat ini dikembangkan dengan menggunakan arduino nano karena ukurannya yang cocok untuk desain sebuah tongkat bagi tunanetra. Komponen di dalamnya yaitu sensor untrasonik SRF05 pendeteksi halangan, sensor tepuk tangan, Buzzer, Vibrator  dan Led SOS,” jelas mahasiswa Program Studi S1 Informatika yang kini telah jadi alumni tahun 2017 tersebut.

Berdasarkan  pengamatan, tongkat  ultrasonik pendeteksi  halangan  dan  jalan  berlubang  untuk  penyandang tunanetra berbasis arduino nano  ini dapat bekerja dengan  baik. Alat tersebut mendeteksi halangan di depannya dengan jarak 4 cm-150 cm dengan ketentuan: Jarak 101cm-150 cm adalah Jauh, Jarak 51 cm-100 cm adalah Dekat dan Jarak 1 cm - 50 cm adalah Sangat Dekat.

“Arduino memberikan keluaran berupa suara (Buzzer), Vibrator (getar), lampu (led). Jika kondisi jarak (Jauh) buzzer akan berbunyi beep pelan, jika kondisi jarak (sedang) buzzer akan berbunyi sedang, dan jika kondisi jarak (dekat) buzzer akan berbunyi cepat,” tuturnya.

Saat ini alat yang merupakan hasil penelitian skripsi tersebut masih dikembangkan lebih lanjut, terutama tampilan dan desainnya. Listiono berharap ada investor yang mau memproduksi temuannya tersebut.

“Alat ini mudah-mudahan berguna bagi masyarakat terutama orang tunanetra. Saya berharap ada yang mau memproduksi alat ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan,” tutur Listiono.

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Yeni Agus Nurhuda mendorong mahasiswa untuk dapat melakukan riset-riset yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi digital yang serba cepat. Oleh karena itu insan akademik terutama di FTIK harus selalu siap mengikuti perkembangan, bahkan memelopori perubahan. Kami dorong mahasiswa melakukan riset-riset inovatif,” jelas Dekan.

Go to Top