• Akreditasi-Universitas-Teknokrat-Indonesia.jpg
  • Mahasiswa_Teknokrat.jpg

Bandarlampung, Teknokratnews – Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Arif Satria dan Wakil Ketua FRI Dr. HM Nasrullah Yusuf yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM Nasrullah Yusuf memenuhi undangan Kemenko PMK.

Undangan Kemenko PMK ini terkait penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan empat organisasi untuk menyukseskan program revolusi mental. Keempat organisasi itu adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP Muhammadiyah, PGRI, dan Forum Rektor Indonesia (FRI).

Penandatanganan MoU itu dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Dengan MoU tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy berharap eksekusi program revolusi mental bisa segera direalisasikan. "Keterlibatan empat organisasi ini diharapkan membuat eksekusi revolusi mental menjadi lebih cepat dan mencakup banyak lapisan," katanya.

Setidaknya ada tiga hal yang akan menjadi fokus revolusi mental. Yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong. "Dari empat organisasi ini, kami anggap sudah representatif untuk mewakili nanti kita bisa melakukan gerakan yang lebih masif di tahun 2021," ujar Muhadjir.

Usai penandatanganan MoU, Wakil Ketua FRI Dr. HM Nasrullah Yusuf menyerahkan cenderamata kepada Menko PMK. Turut mendampingi Ketua FRI sekaligus Rektor IPB University Prof Arif Satria.


Rektor Universitas Teknokrat Indonesia bersama Presiden Joko Widodo

Berita Lain